Ada satu momen yang sangat dinantikan oleh setiap jamaah umrah: saat pertama kali melangkahkan kaki ke Masjidil Haram dan melihat Ka’bah di hadapan mata.
Setelah perjalanan panjang menuju Tanah Suci, akhirnya seorang muslim dapat berada di rumah Allah, melaksanakan ibadah di tempat yang begitu mulia.
Karena itu, memasuki Masjidil Haram bukan sekadar berpindah tempat. Ada adab yang sebaiknya diperhatikan, termasuk membaca doa ketika memasuki masjid dan mendahulukan kaki kanan.
Bagi jamaah yang baru pertama kali melaksanakan umrah, mengetahui bacaan ini tentu akan membantu agar setiap langkah di Tanah Suci dapat dijalani dengan lebih tenang dan penuh kesadaran.
Apa yang Dibaca Saat Masuk Masjidil Haram?

Masjidil Haram merupakan tempat yang sangat istimewa bagi umat Islam. Di dalamnya terdapat Ka’bah yang menjadi arah kiblat kaum muslimin sekaligus tempat dilaksanakannya tawaf.
Ketika memasuki Masjidil Haram, jamaah dapat membaca doa masuk masjid berikut:
بِسْمِ اللَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Bismillah wassalaamu ‘ala Rasulillah. Allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatik.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah kepadaku pintu-pintu rahmat-Mu.”
Bacaan tersebut merupakan doa yang dianjurkan ketika memasuki masjid dan disebut dalam riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi.
Jamaah tidak perlu terburu-buru. Bacalah dengan tenang sembari menghadirkan hati dan menyadari bahwa saat itu kita sedang berada di salah satu tempat paling mulia di muka bumi.
Masuk Masjid dengan Mendahulukan Kaki Kanan

Selain membaca doa, salah satu adab ketika memasuki masjid adalah mendahulukan kaki kanan.
Hal ini sejalan dengan kebiasaan Rasulullah ﷺ yang menyukai mendahulukan bagian kanan dalam berbagai perkara kebaikan, termasuk ketika mengenakan sandal, bersuci, dan perkara lainnya.
Karena itu, ketika memasuki Masjidil Haram, jamaah dapat membiasakan:
- Melangkah dengan kaki kanan.
- Membaca doa masuk masjid.
- Memasuki masjid dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
- Menjaga sikap serta ucapan.
- Menghadirkan rasa syukur karena telah diberi kesempatan menjadi tamu Allah.
Jangan Lupa, Ada Doa Ketika Keluar Masjid
Adab di masjid tidak hanya diperhatikan ketika masuk. Saat meninggalkan Masjidil Haram, jamaah juga dapat membaca doa keluar masjid.
Bacaannya:
بِسْمِ اللَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ فَضْلِكَ
Bismillah wassalaamu ‘ala Rasulillah. Allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba fadhlik.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah bagiku pintu karunia-Mu.”
Saat keluar dari masjid, jamaah dianjurkan mendahulukan kaki kiri.
Ketika Pertama Kali Melihat Ka’bah, Jangan Lupa Berdoa

Bagi banyak jamaah, momen pertama melihat Ka’bah menjadi pengalaman yang sangat menyentuh.
Setelah sekian lama hanya melihat Ka’bah melalui foto, video, atau siaran langsung, kini bangunan suci tersebut berada di depan mata.
Di momen seperti ini, manfaatkan waktu untuk memperbanyak doa dan memohon kepada Allah dengan penuh ketundukan.
Tidak perlu memikirkan kata-kata yang terlalu panjang. Sampaikanlah apa yang menjadi harapan, kebutuhan, dan doa terbaik untuk diri sendiri, keluarga, serta orang-orang yang dicintai.
Yang terpenting adalah menghadirkan hati dan memohon kepada Allah dengan penuh keyakinan.
Masjidil Haram Bukan Sekadar Tempat untuk Berfoto
Perasaan bahagia ketika tiba di Masjidil Haram tentu merupakan hal yang wajar. Namun, jangan sampai momen tersebut justru membuat kita lupa dengan tujuan utama perjalanan.
Tanah Suci adalah tempat untuk memperbanyak ibadah.
Jamaah dapat mengisi waktu dengan:
- Shalat.
- Tawaf.
- Membaca Al-Qur’an.
- Berdzikir.
- Berdoa.
- Memperbanyak shalawat.
- Menjaga lisan dan perilaku.
- Menghindari perbuatan yang dapat mengganggu jamaah lain.
Semakin banyak waktu yang kita habiskan untuk beribadah, semakin besar pula kesempatan untuk menghadirkan perjalanan umrah yang bermakna.
Jaga Adab Saat Berada di Tengah Keramaian
Masjidil Haram hampir selalu dipenuhi jamaah dari berbagai negara. Karena itu, diperlukan kesabaran dan kepedulian terhadap orang lain.
Jangan memaksakan diri ketika kondisi sedang padat. Hindari mendorong atau menyakiti jamaah lain hanya demi mendekati tempat tertentu.
Perjalanan umrah seharusnya menjadi perjalanan untuk memperbaiki diri.
Menjaga kenyamanan dan keselamatan sesama jamaah juga merupakan bagian dari akhlak seorang muslim.
Persiapkan Diri Sebelum Berangkat Umrah
Bagi calon jamaah, mempelajari doa dan adab seperti ini sebaiknya dilakukan sejak masih berada di Indonesia.
Dengan persiapan yang baik, jamaah tidak hanya mempersiapkan koper dan perlengkapan perjalanan, tetapi juga mempersiapkan ilmu, mental, fisik, dan hati.
Najah Amanah Tour berkomitmen membantu jamaah mempersiapkan perjalanan ibadah agar dapat menjalani rangkaian umrah dengan lebih nyaman dan terarah.
Mulai dari persiapan sebelum keberangkatan, manasik, hingga pendampingan selama perjalanan di Tanah Suci, setiap proses diupayakan agar jamaah dapat lebih fokus beribadah.
Menjadi Tamu Allah Adalah Sebuah Nikmat
Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk datang ke Baitullah.
Karena itu, ketika Allah memberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci, mari manfaatkan perjalanan tersebut sebaik-baiknya.
Saat memasuki Masjidil Haram, berhentilah sejenak dari kesibukan dunia. Hadirkan rasa syukur, baca doa, dan niatkan setiap langkah sebagai bagian dari ibadah.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi tamu-Nya, memudahkan perjalanan menuju Baitullah, menerima amal ibadah kita, serta memperkenankan kita kembali lagi ke Tanah Suci dalam keadaan sehat dan penuh keberkahan.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wallahu a’lam bish-shawab.




