Sai dalam Umrah: Pengertian, Tata Cara, dan Hikmah di Balik Perjalanan Shafa dan Marwah

Sai dalam Umrah, Bukan Sekadar Berjalan Kaki

Sa'i dalam Ibadah Haji: Pengertian, Hukum dan Syaratnya

Setelah menyelesaikan tawaf mengelilingi Ka’bah, jamaah umrah akan melanjutkan salah satu rukun umrah berikutnya, yaitu sai. Bagi yang baru pertama kali ke Tanah Suci, ibadah ini mungkin terlihat sederhana karena hanya berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah.

Namun, tahukah Anda bahwa setiap langkah saat sai menyimpan kisah perjuangan, kesabaran, dan tawakal yang begitu luar biasa?

Sai bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati yang mengajarkan setiap muslim untuk terus berikhtiar sembari menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT.

Lalu, apa sebenarnya pengertian sai, bagaimana tata caranya, dan apa hikmah yang bisa dipetik dari ibadah ini?


Apa Itu Sai?

5 Tips Sai Aman Bagi Jemaah Risiko Tinggi dan Lansia

Sai adalah salah satu rukun umrah dan haji yang dilakukan dengan berjalan dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan.

Ibadah ini dilaksanakan setelah jamaah selesai melaksanakan tawaf dan salat sunnah tawaf.

Karena termasuk rukun umrah, maka sai tidak boleh ditinggalkan. Apabila tidak dilaksanakan, ibadah umrah belum dianggap sempurna.


Mengapa Sai Dilaksanakan Antara Shafa dan Marwah?

Sai merupakan bentuk mengenang perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS.

Ketika Nabi Ibrahim AS meninggalkan Siti Hajar dan putranya, Nabi Ismail AS, di sebuah lembah yang saat itu masih tandus atas perintah Allah SWT, persediaan makanan dan air yang mereka miliki akhirnya habis.

Melihat putranya kehausan, Siti Hajar berusaha mencari sumber air dengan berlari kecil dan berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.

Beliau tidak berhenti berharap kepada Allah SWT meskipun keadaan tampak sulit.

Atas izin Allah, kemudian memancarlah air Zamzam yang hingga hari ini menjadi salah satu mukjizat terbesar di Tanah Suci.

Karena peristiwa penuh keteladanan inilah, umat Islam diperintahkan melaksanakan sai sebagai bagian dari ibadah haji dan umrah.


Tata Cara Sai dalam Umrah

Agar pelaksanaannya sesuai tuntunan, berikut urutan sai yang perlu dipahami.

1. Memulai dari Bukit Shafa

Sai selalu diawali dari Bukit Shafa.

Setelah sampai di area Shafa, jamaah dianjurkan menghadap Ka’bah jika memungkinkan, kemudian membaca doa dan bertakbir sebelum memulai perjalanan.


2. Berjalan Menuju Bukit Marwah

Perjalanan pertama dimulai dari Shafa menuju Marwah.

Di area tertentu yang ditandai lampu hijau, jamaah laki-laki dianjurkan berjalan lebih cepat atau berlari kecil, sedangkan jamaah perempuan tetap berjalan seperti biasa.


3. Mengakhiri di Bukit Marwah

Sesampainya di Marwah, jamaah kembali berdoa dan berdzikir.

Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali.


4. Mengulang Hingga Tujuh Kali

Perjalanan berikutnya dilakukan kembali dari Marwah menuju Shafa.

Urutannya adalah:

  • Shafa → Marwah (1)
  • Marwah → Shafa (2)
  • Shafa → Marwah (3)
  • Marwah → Shafa (4)
  • Shafa → Marwah (5)
  • Marwah → Shafa (6)
  • Shafa → Marwah (7)

Dengan demikian, perjalanan terakhir selalu berakhir di Bukit Marwah.


Apa Saja Sunnah Saat Sai?

Selain memenuhi rukun, terdapat beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan selama sai, antara lain:

  • Memulai dari Bukit Shafa.
  • Memperbanyak doa dan dzikir.
  • Membaca takbir serta tahmid ketika berada di Shafa dan Marwah.
  • Menjaga kekhusyukan selama perjalanan.
  • Berlari kecil bagi jamaah laki-laki di antara dua tanda lampu hijau.
  • Memperbanyak istighfar dan doa sesuai kebutuhan.

Yang paling penting, jamaah menjaga adab, tidak saling mendorong, dan tetap tertib selama berada di jalur sai.


Hikmah di Balik Ibadah Sai

Sai mengajarkan banyak pelajaran kehidupan yang sangat berharga.

Ikhtiar Tidak Boleh Berhenti

Siti Hajar tidak hanya berdoa, tetapi juga terus berusaha mencari air untuk putranya.

Hal ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus tetap berikhtiar sambil bertawakal kepada Allah SWT.

Kesabaran Akan Berbuah Pertolongan

Dalam keadaan sulit sekalipun, Siti Hajar tetap yakin kepada pertolongan Allah.

Keyakinan tersebut akhirnya membuahkan mukjizat berupa air Zamzam yang terus mengalir hingga sekarang.

Tawakal Setelah Berusaha

Sai menjadi pengingat bahwa hasil terbaik datang dari Allah SWT setelah manusia melakukan usaha yang maksimal.


Tips Agar Sai Lebih Nyaman

Agar pelaksanaan sai berjalan dengan baik, beberapa hal berikut dapat dipersiapkan:

  • Gunakan sandal atau alas kaki sesuai ketentuan sebelum dan sesudah memasuki area yang diperbolehkan.
  • Minum air yang cukup sebelum memulai sai.
  • Gunakan pakaian yang nyaman.
  • Ikuti arahan muthawwif selama perjalanan.
  • Jangan terburu-buru sehingga tetap dapat menjaga kekhusyukan ibadah.

Persiapkan Ibadah dengan Ilmu Sebelum Berangkat

Memahami tata cara sai sebelum berangkat akan membuat jamaah lebih percaya diri saat berada di Masjidil Haram.

Melalui kegiatan manasik, jamaah akan mendapatkan penjelasan mengenai urutan ibadah, doa-doa yang dianjurkan, hingga praktik langsung sehingga pelaksanaan umrah menjadi lebih tenang dan sesuai tuntunan.

Di Najah Amanah Tour, setiap jamaah mendapatkan pendampingan manasik sebelum keberangkatan dan bimbingan ibadah selama berada di Tanah Suci. Dengan demikian, setiap rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lebih nyaman, khusyuk, dan penuh makna.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan kesempatan untuk kembali menjadi tamu-Nya di Baitullah. Aamiin.