Sholat Subuh merupakan salah satu ibadah wajib yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam. Waktunya dimulai sejak terbit fajar shadiq hingga sebelum matahari terbit. Namun, dalam kondisi tertentu, seorang muslim bisa saja melewatkan sholat Subuh karena tertidur atau lupa.
Lalu, bagaimana cara mengqadha sholat Subuh yang benar sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ?
Melalui artikel ini, Najah Amanah Tour merangkum penjelasan berdasarkan hadis-hadis sahih agar dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi setiap muslim.
Apa Itu Qadha Sholat?
Qadha sholat adalah melaksanakan sholat wajib di luar waktu yang telah ditentukan karena sebelumnya tidak sempat dikerjakan.
Dalam Islam, sholat lima waktu tetap menjadi kewajiban yang tidak gugur. Apabila seseorang tertidur atau lupa sehingga melewatkan waktu sholat, maka ia diperintahkan untuk segera melaksanakannya ketika sudah ingat atau terbangun.
Kapan Seseorang Harus Mengqadha Sholat Subuh?
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa lupa sholat atau tertidur sehingga terlewat, maka hendaklah ia mengerjakannya ketika ia ingat. Tidak ada kafarat baginya selain itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa apabila seseorang:
- tertidur hingga matahari terbit,
- lupa mengerjakan sholat,
- atau memiliki uzur syar’i yang menyebabkan sholat terlewat,
maka ia wajib segera mengqadhanya ketika sudah sadar atau mengingatnya.
Bagaimana Jika Sengaja Meninggalkan Sholat?
Berbeda halnya apabila seseorang sengaja meninggalkan sholat tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
Perbuatan tersebut merupakan dosa besar sehingga selain wajib mengqadha sholat, ia juga harus segera bertaubat kepada Allah SWT dengan taubat yang sungguh-sungguh dan bertekad tidak mengulanginya lagi.
Tata Cara Qadha Sholat Subuh Sesuai Sunnah Rasulullah ﷺ
Dalam sebuah perjalanan, Rasulullah ﷺ bersama para sahabat pernah tertidur hingga waktu Subuh terlewat. Setelah terbangun, beliau memberikan contoh bagaimana melaksanakan qadha sholat Subuh.
Urutannya sebagai berikut:
1. Berwudhu Terlebih Dahulu
Pastikan kembali dalam keadaan suci sebagaimana ketika akan melaksanakan sholat pada waktunya.
2. Mengumandangkan Adzan
Rasulullah ﷺ memerintahkan Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan adzan terlebih dahulu sebelum sholat dilaksanakan.
3. Melaksanakan Sholat Sunnah Fajar (Qabliyah Subuh)
Setelah adzan, Rasulullah ﷺ tetap mengerjakan dua rakaat sunnah Fajar terlebih dahulu.
Hal ini menunjukkan besarnya keutamaan sholat sunnah sebelum Subuh.
4. Mengumandangkan Iqamah
Setelah selesai sholat sunnah, iqamah dikumandangkan sebagai tanda dimulainya sholat wajib.
5. Melaksanakan Sholat Subuh Dua Rakaat
Kemudian Rasulullah ﷺ bersama para sahabat melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah sebagaimana biasanya.
Apakah Sholat Sunnah Fajar Tetap Dikerjakan?
Ya.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ tetap melaksanakan sholat sunnah Fajar terlebih dahulu sebelum mengqadha sholat Subuh.
Ini menjadi dalil bahwa apabila seseorang tertidur hingga melewati waktu Subuh, ia tetap dianjurkan mengerjakan sunnah Fajar kemudian mengqadha sholat Subuh.
Apakah Harus Menunggu Waktu Tertentu?
Tidak.
Begitu seseorang bangun atau ingat bahwa ia belum melaksanakan sholat Subuh, maka hendaknya segera mengqadhanya dan tidak menunda tanpa alasan syar’i.
Cara Agar Tidak Terlewat Sholat Subuh
Meskipun Islam memberikan keringanan bagi orang yang tertidur atau lupa, seorang muslim tetap dianjurkan berusaha menjaga sholat tepat waktu.
Beberapa ikhtiar yang dapat dilakukan antara lain:
- Tidur lebih awal.
- Memasang alarm.
- Meminta keluarga membangunkan.
- Menghindari begadang tanpa keperluan.
- Berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan menjaga sholat.
Menjaga sholat tepat waktu merupakan salah satu bentuk ketaatan yang sangat dicintai Allah SWT.
Menjaga Sholat, Menjaga Kualitas Ibadah
Bagi calon jamaah umrah maupun haji, membiasakan menjaga sholat tepat waktu sejak di tanah air merupakan latihan terbaik sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, panggilan adzan akan terdengar lima kali sehari. Jamaah yang telah terbiasa disiplin menjaga waktu sholat akan lebih mudah menikmati kekhusyukan ibadah selama berada di Makkah dan Madinah.
Najah Amanah Tour senantiasa mengingatkan seluruh jamaah agar menjaga kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa menjaga sholat, menerima amal ibadah kita, dan memberikan kesempatan menjadi tamu-Nya di Baitullah. Aamiin.




