Doa Saat Melintasi Maqam Ibrahim: Makna, Keutamaan, dan Adab bagi Jamaah Umrah

Doa Saat Melintasi Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim merupakan salah satu tempat bersejarah di kawasan Masjidil Haram yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bagi jamaah umrah maupun haji, melintasi Maqam Ibrahim bukan sekadar melewati sebuah lokasi bersejarah, tetapi juga menjadi momen untuk mengingat perjuangan Nabi Ibrahim AS dalam membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS.

Lalu, doa apa yang dianjurkan ketika melintasi Maqam Ibrahim? Bagaimana adab dan amalan yang sebaiknya dilakukan? Simak penjelasannya berikut ini.


Apa Itu Maqam Ibrahim?

Maqam Ibrahim adalah batu yang diyakini menjadi tempat berpijak Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka’bah. Atas izin Allah SWT, bekas telapak kaki beliau tetap terlihat hingga sekarang dan dijaga di dalam pelindung kaca di dekat Ka’bah. Keberadaan Maqam Ibrahim juga disebutkan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 125, yang menganjurkan umat Islam menjadikannya sebagai tempat shalat.

Karena nilai sejarah dan spiritualnya yang sangat tinggi, Maqam Ibrahim menjadi salah satu lokasi yang selalu dikunjungi jamaah setelah menyelesaikan thawaf.


Amalan Sunnah Setelah Thawaf

Salah satu sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW setelah selesai melaksanakan thawaf adalah mengerjakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila kondisi memungkinkan dan tidak mengganggu arus jamaah lain. Jika area tersebut sangat padat, shalat dapat dilakukan di tempat lain di Masjidil Haram.

Yang terpenting adalah menjaga ketertiban serta tidak menghalangi jamaah lain yang sedang melaksanakan thawaf.


Doa Saat Melintasi Maqam Ibrahim

Di antara doa yang banyak diamalkan ketika melintasi Maqam Ibrahim adalah doa yang diambil dari Surah Al-Isra ayat 80–81.

Arab

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا ۝ وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Latin

Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj’al lii mil ladunka sulthaanan nashiiraa. Wa qul jaa’al haqqu wa zahaqal baathilu innal baathila kaana zahuuqaa.

Artinya

“Ya Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar, serta berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolongku. Dan katakanlah, ‘Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.’ Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.”

Selain doa tersebut, jamaah juga dapat memperbanyak doa-doa kebaikan sesuai kebutuhan masing-masing, karena pada dasarnya berdoa kepada Allah SWT dapat dilakukan dengan bahasa yang dipahami agar lebih khusyuk.


Hikmah Berdoa di Maqam Ibrahim

Melintasi Maqam Ibrahim memberikan kesempatan bagi jamaah untuk merenungkan perjuangan para nabi dalam menegakkan tauhid.

Beberapa hikmah yang dapat diambil antara lain:

  • Mengingat keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah dengan penuh keikhlasan.
  • Menumbuhkan rasa syukur atas kesempatan menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
  • Memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT dengan penuh harap.
  • Memperkuat keimanan serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali dari umrah.

Adab Saat Berada di Maqam Ibrahim

Karena letaknya berada di sekitar area thawaf yang selalu dipadati jamaah, setiap muslim hendaknya menjaga adab selama berada di sana.

Beberapa adab yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Tidak berdesakan hingga membahayakan diri sendiri maupun jamaah lain.
  • Tidak menghalangi jalur thawaf.
  • Berdoa dengan suara yang lembut.
  • Menjaga kekhusyukan ibadah.
  • Mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bersama.

Sikap saling menghormati sesama jamaah merupakan bagian dari akhlak mulia yang dianjurkan selama berada di Tanah Suci.


Persiapkan Ibadah Umrah dengan Ilmu

Memahami makna setiap rangkaian ibadah akan membantu jamaah menjalankan umrah dengan lebih tenang dan penuh kekhusyukan. Oleh karena itu, mengikuti manasik sebelum keberangkatan menjadi langkah penting agar jamaah mengetahui tata cara ibadah, doa-doa yang dianjurkan, serta adab selama berada di Masjidil Haram.

Di Najah Amanah Tour, setiap jamaah mendapatkan pembekalan manasik sebagai bekal untuk menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat, sehingga perjalanan menuju Baitullah menjadi lebih nyaman, tertib, dan bermakna.

Maqam Ibrahim bukan hanya sebuah situs bersejarah, tetapi juga pengingat akan keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dalam menaati perintah Allah SWT. Saat melintasi tempat ini, manfaatkan kesempatan untuk memperbanyak doa, memperbaiki niat, dan memohon agar Allah menerima seluruh amal ibadah yang dikerjakan.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada setiap muslim yang merindukan Baitullah serta menerima seluruh amal ibadah umrah dan haji kita. Aamiin.