Apa Saja 5 Hal yang Diharamkan Ketika Sudah Memakai Baju Ihram? Calon Jamaah Wajib Tahu!

Ilustrasi lima larangan utama saat berihram bagi jamaah umrah sebelum memasuki Masjidil Haram.

Bagi sebagian besar calon jamaah umrah, mengenakan pakaian ihram menjadi tanda dimulainya perjalanan ibadah menuju Baitullah. Namun, tahukah Anda bahwa memakai baju ihram belum tentu berarti seseorang sudah masuk dalam kondisi ihram?

Dalam praktiknya, seseorang baru benar-benar berihram setelah berniat ihram (niat umrah atau haji) di miqat. Sejak saat itulah beberapa hal yang sebelumnya diperbolehkan menjadi larangan dan harus dihindari hingga tahallul.

Karena itu, memahami larangan ihram sangat penting agar ibadah umrah tetap sah dan tidak terkena dam (denda) akibat melakukan pelanggaran yang sebenarnya bisa dihindari.

Lalu, apa saja hal-hal yang diharamkan ketika seseorang telah berihram?


Memahami Makna Ihram

Ihram bukan hanya pakaian berwarna putih yang dikenakan jamaah laki-laki. Ihram adalah keadaan suci yang dimulai dengan niat, di mana seorang Muslim mematuhi sejumlah aturan khusus sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Bagi jamaah perempuan, pakaian ihram bukan berupa kain putih tanpa jahitan, melainkan pakaian muslimah yang menutup aurat sesuai syariat dan tidak memakai cadar maupun sarung tangan saat ihram.


1. Tidak Boleh Memakai Wewangian

Salah satu larangan yang paling sering dilupakan adalah menggunakan parfum atau wewangian setelah berniat ihram.

Larangan ini meliputi:

  • Parfum pada tubuh.
  • Minyak wangi pada pakaian ihram.
  • Lotion atau minyak rambut yang mengandung aroma kuat.
  • Pewangi lainnya yang sengaja digunakan untuk berhias.

Karena itu, disarankan menggunakan parfum atau minyak wangi sebelum berniat ihram, bukan setelahnya.


2. Tidak Boleh Memotong Rambut dan Kuku

Setelah berihram, jamaah tidak diperbolehkan:

  • Memotong rambut.
  • Mencabut rambut dengan sengaja.
  • Memotong kuku tangan maupun kaki.

Apabila ada rambut yang rontok secara alami tanpa disengaja, hal tersebut tidak termasuk pelanggaran.

Oleh sebab itu, banyak jamaah dianjurkan merapikan kuku dan rambut sebelum memasuki miqat.


3. Tidak Boleh Berhubungan Suami Istri atau Melakukan Pendahuluannya

Selama dalam keadaan ihram, suami istri tidak diperbolehkan:

  • Berhubungan badan.
  • Bermesraan yang dapat membangkitkan syahwat.
  • Melakukan tindakan yang mengarah pada hubungan suami istri.

Larangan ini merupakan salah satu larangan ihram yang paling berat sehingga jamaah perlu menjaganya dengan sungguh-sungguh.


4. Tidak Boleh Berburu atau Membunuh Hewan Darat Liar

Allah SWT melarang orang yang sedang berihram untuk berburu hewan darat liar.

Larangan ini menunjukkan bahwa ihram mengajarkan kasih sayang terhadap seluruh makhluk hidup serta melatih seorang Muslim untuk lebih menjaga sikap selama berada dalam ibadah.

Adapun hewan yang membahayakan atau mengancam keselamatan memiliki ketentuan tersendiri dalam fikih.


5. Tidak Boleh Memakai Pakaian Berjahit (Khusus Laki-laki)

Larangan ini sering disalahpahami.

Yang dimaksud bukan semua pakaian yang dijahit, melainkan pakaian yang mengikuti bentuk tubuh, seperti:

  • Kemeja.
  • Kaos.
  • Celana.
  • Jaket.
  • Pakaian dalam.

Laki-laki yang berihram mengenakan dua lembar kain ihram, yaitu:

  • Kain bagian bawah (izar).
  • Kain bagian atas (rida’).

Sementara itu, jamaah perempuan tetap mengenakan pakaian muslimah yang menutup aurat sesuai syariat, tanpa mengenakan cadar dan sarung tangan selama ihram.


Tips Agar Tidak Melanggar Larangan Ihram

Supaya ibadah umrah berjalan lancar, berikut beberapa tips sederhana:

  • Potong kuku sebelum berangkat ke miqat.
  • Gunakan parfum sebelum berniat ihram.
  • Pastikan perlengkapan ihram sudah lengkap.
  • Ikuti arahan pembimbing atau muthawif.
  • Pelajari manasik umrah sebelum keberangkatan.

Persiapan yang baik akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan percaya diri.


Mengapa Penting Memahami Larangan Ihram?

Larangan ihram bukanlah sekadar aturan, tetapi memiliki hikmah yang mendalam.

Melalui ihram, setiap jamaah belajar untuk:

  • Menahan hawa nafsu.
  • Meningkatkan kesabaran.
  • Melatih kedisiplinan.
  • Menumbuhkan ketakwaan.
  • Merasakan kesetaraan di hadapan Allah SWT.

Semua jamaah mengenakan pakaian sederhana tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kekayaan. Inilah salah satu makna indah dari ibadah umrah.


Penutup

Menjalankan ibadah umrah bukan hanya tentang mengunjungi Tanah Suci, tetapi juga tentang mempersiapkan diri dengan ilmu yang benar.

Dengan memahami 5 larangan utama ketika sudah berihram, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, khusyuk, dan terhindar dari pelanggaran yang tidak disengaja.

Semoga Allah SWT menerima setiap langkah ibadah kita dan memberikan kemudahan untuk menjadi tamu-Nya di Baitullah.


Konsultasikan Persiapan Umrah Anda Bersama Najah Amanah Tour

Selain mempersiapkan perjalanan, penting juga membekali diri dengan ilmu manasik agar ibadah umrah dapat dilaksanakan sesuai tuntunan syariat.

Bersama Najah Amanah Tour, jamaah akan mendapatkan pendampingan mulai dari manasik, keberangkatan, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, sehingga dapat beribadah dengan lebih tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan.