najahumroh.com – Sobat Najah, momen pertama kali menginjakkan kaki di Kota Makkah adalah saat yang sangat istimewa. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual. Di kota inilah berdiri Baitullah, tujuan jutaan umat Islam dari seluruh dunia.
Rasulullah ﷺ telah mencontohkan beberapa sunnah ketika memasuki Kota Makkah, yang sangat dianjurkan untuk diamalkan agar perjalanan ibadah umrah atau haji kita semakin sempurna dan penuh keberkahan.
1. Mandi Sebelum Memasuki Kota Makkah
Salah satu sunnah yang dianjurkan adalah mandi sebelum memasuki Kota Makkah.
Mandi ini bertujuan untuk membersihkan diri, baik secara fisik maupun sebagai simbol kesiapan hati menyambut ibadah di Tanah Suci.
Para ulama menjelaskan bahwa mandi ini menunjukkan adab seorang muslim saat memasuki tempat yang sangat mulia. Jika memungkinkan, jamaah dianjurkan melakukannya sebelum tiba di Makkah atau saat singgah di miqat.
2. Berdoa Saat Pertama Kali Melihat Ka’bah
Momen pertama kali melihat Ka’bah adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
Tidak ada doa baku yang wajib dibaca, sehingga jamaah dipersilakan memanjatkan doa sesuai kebutuhan dan harapan masing-masing.
Banyak jamaah memanfaatkan momen ini untuk:
-
memohon ampunan,
-
meminta kebaikan dunia dan akhirat,
-
mendoakan keluarga,
-
serta menitipkan hajat yang selama ini dipendam.
Najah Amanah Tour selalu mengingatkan jamaah agar menyiapkan doa terbaik sejak sebelum keberangkatan.
3. Memastikan Pakaian dan Niat Sudah Sempurna
Bagi jamaah umrah dan haji, memasuki Makkah berarti sudah berada dalam kondisi ihram.
Pastikan niat ihram telah dilakukan dengan benar dan pakaian ihram dikenakan sesuai ketentuan syariat.
Memakai pakaian terbaik—bersih, rapi, dan sesuai tuntunan—adalah bentuk penghormatan terhadap ibadah yang akan dijalani. Kesempurnaan niat dan kesiapan lahir batin sangat membantu kekhusyukan ibadah di Tanah Suci.
4. Memasuki Masjidil Haram dengan Adab
Saat hendak memasuki Masjidil Haram, jamaah dianjurkan untuk:
-
masuk dengan kaki kanan,
-
membaca doa masuk masjid,
-
menjaga ketenangan dan adab.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ masuk melalui Babussalam, namun jamaah boleh masuk melalui pintu mana pun yang paling dekat dan mudah diakses.
Yang terpenting adalah menghadirkan rasa hormat, tawadhu, dan kesadaran bahwa kita sedang memasuki rumah Allah.
Makna Spiritual di Balik Sunnah Memasuki Makkah
Sunnah-sunnah ini bukan sekadar amalan lahiriah, tetapi sarat dengan makna:
-
mandi sebagai simbol penyucian diri,
-
doa sebagai bentuk ketergantungan kepada Allah,
-
ihram sebagai tanda melepas dunia,
-
dan adab masuk masjid sebagai wujud penghormatan.
Dengan mengamalkannya, jamaah diharapkan lebih siap secara mental dan spiritual untuk menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Pendampingan Najah Amanah Tour untuk Jamaah
Najah Amanah Tour senantiasa membimbing jamaah sejak awal perjalanan, termasuk dalam memahami sunnah-sunnah ketika memasuki Kota Makkah. Dengan bimbingan muthawwif yang berpengalaman, jamaah dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang, tertib, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Penutup
Memasuki Kota Makkah adalah awal dari perjalanan suci menuju Baitullah. Dengan mengamalkan sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ, semoga setiap langkah jamaah dipenuhi keberkahan dan kemudahan.
Semoga Allah menerima seluruh ibadah kita dan mengaruniakan umrah yang mabrur. Aamiin.




