Budaya Shalat Jenazah di Masjid Nabawi: Tradisi Mulia yang Mengakar di Kota Madinah

Masjid Nabawi di Madinah adalah salah satu tempat paling istimewa bagi umat Islam. Di masjid inilah Rasulullah SAW dimakamkan, di sinilah para sahabat menimba ilmu, dan di sinilah berbagai tradisi ibadah dipertahankan hingga hari ini.
Salah satu tradisi yang sangat khas di Masjid Nabawi adalah shalat jenazah yang dilakukan setiap hari, bahkan beberapa kali dalam sehari.

Bagi jamaah Najah Amanah Tour yang pernah berziarah ke Madinah, momen ini sering menjadi pengalaman spiritual yang sangat kuat—pengingat bahwa hidup ini singkat, dan setiap jiwa pasti kembali kepada Allah.


Shalat Jenazah di Masjid Nabawi: Tradisi Harian yang Tidak Pernah Putus

Shalat Jenazah Setelah Setiap Salat Fardhu

Di Masjid Nabawi, setelah imam selesai memimpin salat fardhu, biasanya akan ada pengumuman:
“Ash-shalatu ‘alal mayyit…”
Sebagai tanda akan dilaksanakannya shalat jenazah.

Tradisi ini telah dilakukan sejak lama. Bahkan dalam satu hari, shalat jenazah bisa dilakukan lebih dari satu kali—untuk jamaah yang wafat di Madinah maupun jenazah ghaib dari luar kota.

Pengingat Akan Kematian

Bagi jamaah, setiap pengumuman ini menjadi momen muhasabah.
Di tempat yang begitu mulia, kita diingatkan bahwa kehidupan tidak abadi.
Atmosfernya sangat tenang, penuh khidmat, dan menghadirkan kesadaran untuk memperbaiki diri.


Bagaimana Pelaksanaan Shalat Jenazah di Masjid Nabawi?

Posisi Jenazah dan Jamaah

Jenazah diletakkan di bagian depan imam.
Posisinya disesuaikan:

  • Jika jenazah laki-laki → imam berdiri sejajar dengan kepalanya

  • Jika jenazah perempuan → imam berdiri sejajar dengan bagian tengah tubuhnya

Jamaah tidak perlu berpindah tempat. Tetap di saf masing-masing setelah salat fardhu, kemudian langsung mengikuti shalat jenazah.

Tata Cara Ringkas Empat Takbir

Shalat jenazah di Nabawi dilaksanakan sesuai tuntunan sunnah:

  1. Takbir pertama: membaca Al-Fatihah

  2. Takbir kedua: membaca shalawat kepada Nabi SAW

  3. Takbir ketiga: mendoakan jenazah

  4. Takbir keempat: doa ringkas dan salam

Karena jamaah sangat banyak dan waktu terbatas, imam biasanya membaca doa-doa pendek namun tetap sah sesuai syariat.


Keutamaan Shalat Jenazah di Masjid Nabawi

1. Pahala Besar dari Tempat yang Mulia

Rasulullah SAW bersabda bahwa satu salat di Masjid Nabawi bernilai seribu kali lipat dibanding masjid lainnya (kecuali Masjidil Haram).
Shalat jenazah yang dilakukan di tempat semulia ini tentu memiliki nilai pahala besar bagi siapa pun yang mengikutinya.

2. Keutamaan Jamaah yang Banyak

Dalam hadits disebutkan:

“Tidaklah seorang muslim meninggal lalu dishalatkan oleh seratus orang muslim, kecuali mereka memberi syafaat kepadanya.”

Di Masjid Nabawi, jumlah seratus jamaah sangat mudah terpenuhi bahkan dalam shalat jenazah sekali waktu.


Shalat Ghaib: Ketika Jenazah Tidak Hadir

Terkadang jenazah yang dishalatkan tidak berada di masjid. Inilah yang disebut shalat ghaib.

Tradisi ini juga mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang pernah menshalatkan Raja Najasyi padahal jenazahnya tidak berada di Madinah.
Karena itu, shalat ghaib di Masjid Nabawi memiliki dasar fikih yang kuat dan menjadi bagian dari rutinitas ibadah harian.


Pengaruh Tradisi Nabawi untuk Jamaah Seluruh Dunia

1. Inspirasi Bagi Muslim Global

Jamaah haji dan umrah dari berbagai negara membawa pulang kebiasaan ini dan menirunya di masjid-masjid negara masing-masing.
Sehingga budaya shalat jenazah sebagai bentuk solidaritas terus menyebar luas.

2. Simbol Ukhuwah Islamiyah

Tidak penting dari negara mana atau siapa jenazahnya.
Di Masjid Nabawi, semua diperlakukan dengan penuh penghormatan.
Ini adalah pelajaran besar tentang persaudaraan sesama muslim yang tidak mengenal batas negara dan etnis.


Tradisi yang Menyatukan Hati dan Mengajarkan Makna Kehidupan

Shalat jenazah di Masjid Nabawi bukan sekadar ibadah, tetapi juga pendidikan jiwa.
Itu adalah pengingat halus dari Allah tentang akhir perjalanan kita, sekaligus mengajarkan:

  • rasa empati,

  • solidaritas,

  • dan kesadaran bahwa amal ibadah adalah bekal paling sejati.

Bagi jamaah Najah Amanah Tour, momen mengikuti shalat jenazah di Masjid Nabawi sering menjadi pengalaman yang membekas, membuka mata, dan melembutkan hati.

Semoga tradisi mulia ini selalu menjadi pengingat bagi kita semua untuk hidup lebih ikhlas, lebih baik, dan lebih dekat kepada Allah SWT.