Panduan Praktis Shalat di Pesawat bagi Jemaah Haji dan Umrah

panduan shalat di pesawat bagi jemaah haji dan umrah

najahumroh.com – Perjalanan udara menuju Tanah Suci sering kali memakan waktu panjang—bahkan hingga belasan jam. Di tengah rasa haru, letih, dan antusiasme, muncul satu pertanyaan penting di benak banyak jemaah:

“Bagaimana cara melaksanakan shalat yang benar ketika berada di pesawat?”

Keterbatasan ruang, waktu shalat yang berubah karena perbedaan zona, hingga arah kiblat yang sulit dipastikan sering membuat jemaah kebingungan. Karena itu, memahami panduan shalat di pesawat menjadi hal penting agar ibadah tetap sah, tenang, dan sesuai tuntunan syariat.


Tantangan Shalat di Tengah Penerbangan

Shalat di pesawat tentu tidak sama dengan shalat di masjid.
Beberapa tantangan yang umum dialami jemaah:

  • Ruang sempit dan kursi saling berhimpitan

  • Pesawat terus bergerak, arah kiblat berubah

  • Tanda sabuk pengaman kadang menyala terus

  • Turbulensi yang membuat jamaah harus tetap duduk

  • Waktu shalat berubah menyesuaikan zona udara yang dilintasi

Meski demikian, Islam memberikan banyak kemudahan bagi musafir agar tetap bisa menunaikan shalat dalam kondisi apa pun.


Landasan Syariat Shalat di Pesawat

Shalat tetap wajib dilaksanakan, meskipun seseorang berada ribuan meter di atas permukaan bumi.

Para ulama sepakat bahwa:

  • Shalat boleh dilakukan di kendaraan, termasuk pesawat

  • Jika tidak bisa berdiri, boleh shalat sambil duduk

  • Jika tidak bisa menghadap kiblat, shalat tetap sah dengan menghadap arah pesawat

  • Gerakan rukuk dan sujud cukup dilakukan dengan menundukkan kepala, sujud sedikit lebih rendah

Nabi Muhammad ﷺ pun pernah melaksanakan shalat sunnah di atas unta saat safar—menjadi dalil bahwa kendaraan bukan penghalang shalat.


Menentukan Waktu Shalat Saat Terbang

Ini adalah bagian paling membingungkan bagi banyak jemaah.

Karena pesawat melintasi beberapa zona waktu, waktu shalat tidak bisa hanya bergantung pada jam lokal pesawat. Solusi terbaik:

  • Gunakan aplikasi berbasis GPS seperti Muslim Pro, Athan, Islamic Finder, atau My Prayer

  • Cek tampilan peta rute di layar kursi untuk melihat posisi pesawat

  • Manfaatkan rukhsah (keringanan) jama’ dan qashar

Contoh praktis:

  • Zuhur + Ashar dijama sebelum take off

  • Magrib + Isya dijama setelah mendarat

  • Hanya shalat yang waktu masuknya tidak bisa ditunda yang dilakukan di pesawat

Ini membuat perjalanan lebih nyaman tanpa meninggalkan kewajiban.


Arah Kiblat Saat di Udara

Arah kiblat dapat ditentukan melalui:

  • Kompas digital di HP

  • Tampilan arah pesawat di layar kabin

  • Penjelasan awak kabin (terutama maskapai Timur Tengah)

Jika tetap sulit, shalat sah mengikuti arah pesawat, karena musafir mendapat rukhsah.


Cara Shalat di Pesawat

Karena mayoritas pesawat tidak memungkinkan berdiri, shalat dilakukan sambil duduk:

  1. Duduk dengan tegap di kursi

  2. Takbiratul ihram seperti biasa

  3. Rukuk: menundukkan badan sedikit

  4. Sujud: menundukkan lebih dalam dari rukuk

  5. Tangan tetap berada di paha atau posisi nyaman

  6. Tidak perlu memaksa berdiri jika tanda sabuk pengaman menyala

Keselamatan tetap prioritas utama.


Menggunakan Jama dan Qashar

Musafir diperbolehkan:

  • Jama’ (menggabungkan dua shalat)

  • Qashar (memendekkan shalat 4 rakaat menjadi 2 rakaat)

Hal ini sangat membantu jemaah agar tidak kerepotan di tengah penerbangan panjang.

Contoh:

  • Zuhur → 2 rakaat (qashar)

  • Ashar → 2 rakaat (qashar)

  • Bisa dijama takdim atau ta’khir sesuai kondisi

Ini adalah bentuk rahmat Allah kepada hamba-Nya yang sedang safar.


Tips Praktis Shalat di Pesawat

  • Wudhu dari bandara sebelum boarding

  • Bila batal, lakukan tayamum di kursi (kursi/dinding pesawat sebagai pengganti permukaan)

  • Bawa sajadah kecil, tasbih digital, dan kompas kiblat

  • Komunikasikan dengan awak kabin jika ingin shalat berdiri di area kosong

  • Gunakan earphone bila ingin mendengarkan adzan dari HP

  • Tetap duduk saat turbulensi, lanjutkan shalat sesuai kemampuan


Pengalaman Spiritual Shalat di Pesawat

Banyak jemaah menggambarkan shalat di pesawat sebagai pengalaman yang berbeda—lebih tenang, lebih intim, dan penuh perenungan.

Sujud di atas awan membuat banyak jemaah merasa sangat dekat dengan Allah.
Tidak ada gangguan, tidak ada hiruk pikuk dunia. Hanya diri, doa, dan perjalanan menuju Tanah Suci.”

Shalat di pesawat mengingatkan kita bahwa ibadah tidak dibatasi tempat—yang terpenting adalah niat dan ketundukan hati.


Najah Amanah Tour Siap Membimbing Jemaah dari Keberangkatan hingga Tiba di Tanah Suci

Najah Amanah Tour memberikan pembekalan lengkap kepada jemaah, termasuk panduan shalat di pesawat, tata cara ihram, dan pendampingan selama perjalanan.

Dengan layanan profesional dan ramah, jemaah merasa lebih tenang dalam menjalankan ibadah.

Najah Amanah Tour – Solusinya Umrah Sukses.