Berbuka puasa saat umrah di Tanah Suci adalah pengalaman yang sulit dilupakan. Setelah seharian menahan lapar dan haus, menikmati hidangan khas Makkah terasa lebih nikmat karena disantap di tempat paling mulia di muka bumi.
Sobat Najah, selain kurma dan air zamzam yang selalu menjadi pembuka utama, Makkah memiliki beragam kuliner khas yang cocok untuk menu buka puasa—mengenyangkan, bernutrisi, dan sarat cita rasa Timur Tengah. Berikut 5 kuliner khas Makkah yang wajib dicicipi saat berbuka puasa umrah.
1. Kurma & Air Zamzam – Pembuka Penuh Keberkahan

Hampir di setiap sudut Masjidil Haram, jamaah akan menemukan kurma yang dibagikan gratis saat waktu berbuka. Kurma menjadi pilihan terbaik karena:
-
mudah dicerna,
-
kaya gula alami,
-
cepat mengembalikan energi.
Dipadukan dengan air zamzam, berbuka terasa sederhana namun penuh keberkahan—mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
2. Nasi Mandhi – Favorit Jamaah dari Seluruh Dunia

Nasi Mandhi adalah salah satu menu paling populer di Makkah. Nasi berbumbu rempah ringan dengan daging ayam atau kambing yang empuk ini cocok dijadikan menu utama berbuka.
Keunggulan nasi Mandhi:
-
porsinya pas untuk mengisi energi,
-
tidak terlalu pedas,
-
aromanya menggugah selera.
Tak heran jika banyak jamaah memilih nasi Mandhi sebagai menu berbuka bersama rombongan.
3. Mutabbaq Arab – Camilan Gurih Pengganjal Lapar

Berbeda dengan martabak Indonesia, mutabbaq khas Arab memiliki isian daging cincang, telur, dan bawang dengan kulit tipis dan renyah. Cocok dinikmati sebagai:
-
camilan berbuka,
-
menu ringan sebelum shalat Maghrib,
-
pengganjal lapar sebelum makan besar.
Mutabbaq banyak dijual di sekitar area Masjidil Haram dengan harga yang relatif terjangkau.
4. Samosa & Falafel – Ringan tapi Mengenyangkan

Untuk jamaah yang tidak ingin langsung makan berat, samosa dan falafel bisa menjadi pilihan aman.
-
Samosa: gorengan segitiga berisi daging atau sayuran
-
Falafel: bola-bola kacang khas Timur Tengah yang kaya protein nabati
Keduanya cocok untuk jamaah yang ingin berbuka dengan porsi ringan agar tubuh tidak “kaget” sebelum tarawih.
5. Soup Arab & Roti Khubz – Hangat dan Menenangkan

Sup khas Arab seperti soup lentil atau soup ayam sering menjadi pilihan jamaah lanjut usia atau yang memiliki pencernaan sensitif. Disajikan bersama roti khubz (roti pipih Arab), menu ini:
-
hangat di perut,
-
mudah dicerna,
-
membantu tubuh beradaptasi setelah seharian berpuasa.
Menu ini sangat cocok dikonsumsi sebelum melanjutkan ibadah malam di Masjidil Haram.
Tips Najah: Buka Puasa Nyaman Saat Umrah
Agar berbuka puasa tetap sehat dan ibadah lancar, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Jangan langsung makan berlebihan
-
Awali dengan kurma dan air
-
Pilih makanan bersih dan tidak terlalu berminyak
-
Sesuaikan porsi dengan kondisi tubuh
Ingat, tujuan utama kita di Tanah Suci adalah ibadah, bukan wisata kuliner semata.
Penutup dari Najah Amanah Tour
Sobat Najah, berbuka puasa saat umrah bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang kebersamaan, keberkahan, dan syukur. Setiap suapan menjadi penguat tenaga untuk melanjutkan ibadah di rumah Allah.
Bersama Najah Amanah Tour, kami selalu mengingatkan bahwa umrah yang indah adalah umrah yang seimbang antara fisik yang terjaga dan hati yang khusyuk. Semoga setiap momen berbuka di Tanah Suci menjadi amal kebaikan yang dicatat Allah. Aamiin 🤲🕋




