Bagi banyak jamaah, menunaikan umrah bukan sekadar perjalanan ibadah.
Ada rasa haru yang sulit dijelaskan — terutama ketika pertama kali melihat Ka’bah, mendengar lantunan talbiyah, atau sujud di Masjidil Haram.
Air mata pun menetes, bukan karena sedih, tapi karena bahagia, terharu, dan merasa begitu dekat dengan Allah.
💧 Air Mata yang Mengandung Rasa Syukur
Ketika jamaah berdiri di depan Ka’bah, semua rasa lelah perjalanan seolah hilang.
Yang tersisa hanyalah rasa syukur — akhirnya Allah memanggil mereka untuk datang ke rumah-Nya.
Setiap doa yang dulu terucap dalam sujud kini menjadi nyata.
“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki…”
(QS. Al-Hajj: 27)
Bagi sebagian jamaah, air mata itu adalah simbol dari jawaban doa yang telah lama ditunggu.
🤲 Air Mata Taubat dan Penyesalan
Tanah Suci juga menjadi tempat di mana setiap orang merenungi hidupnya.
Banyak yang menangis saat mengingat dosa-dosa masa lalu, memohon ampunan, dan berjanji untuk memperbaiki diri.
Di hadapan Ka’bah, manusia merasa kecil — hanya seorang hamba yang bergantung sepenuhnya pada kasih sayang Allah.
💞 Air Mata Cinta kepada Rasulullah ﷺ
Di Madinah, saat berziarah ke makam Rasulullah ﷺ, banyak jamaah kembali menangis.
Rasa rindu dan cinta kepada Nabi begitu besar, seolah beliau hadir dan menyambut setiap umat yang datang.
Air mata yang jatuh adalah bentuk cinta dan hormat yang tulus kepada junjungan kita tercinta.
🌟 Bersama Najah Amanah Tour, Jadikan Umrah Lebih Bermakna
Bagi Najah Amanah Tour, umrah bukan hanya perjalanan ibadah, tapi perjalanan hati.
Setiap jamaah dibimbing dengan penuh kasih oleh muthawwif berpengalaman, agar bisa memahami makna di balik setiap langkah ibadah.
Mulai dari manasik hingga kembali ke tanah air, kami memastikan setiap momen penuh kenyamanan dan keberkahan.
Bukan sekadar umrah — tapi pengalaman spiritual yang mengubah hidup.
📞 Informasi & Pendaftaran Umrah:
🌐 najahumroh.com
📱 Instagram: @najahamanah_tourtravel
👉 Najah Amanah Tour — Solusinya Umrah Sukses




