najahumroh.com – Saat berangkat umrah atau haji, kita hampir selalu melihat jamaah laki-laki memakai kain ihram berwarna putih. Warna ini memang sudah menjadi ciri khas dan identitas lengkap seorang yang sedang berihram. Namun, sebagian jamaah sering bertanya kepada tim Najah Amanah Tour:
“Kalau ihramnya bukan warna putih, sah nggak? Boleh nggak dipakai?”
Pertanyaan ini penting, terutama di era sekarang di mana kain ihram hadir dalam berbagai pilihan warna. Mari kita bahas dengan penjelasan ringan dan mudah dipahami.
Mengapa Putih Menjadi Warna Utama? Ini Sunnah yang Dianjurkan
Dalil Utama Anjuran Putih
Rasulullah SAW bersabda:
“Pakailah pakaian putih, karena itu lebih suci dan lebih baik.”
(HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
Karena itu, ulama sepakat bahwa memakai kain ihram putih adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Bukan wajib, bukan syarat sah, tetapi yang paling utama.
Penjelasan Para Ulama
Imam Nawawi menyebutkan bahwa memakai warna putih lebih utama. Warna selain putih hukumnya tetap sah, hanya saja “kurang utama” dibanding mengikuti sunnah.
Artinya, kalau jamaah memakai ihram warna selain putih, ibadahnya tetap sah 100%.
Apakah Ihram dengan Warna Lain Tetap Sah? Jawabannya: Sah
Dalam fikih, keempat mazhab besar (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali) sepakat bahwa tidak ada syarat warna tertentu dalam sahnya ihram. Yang diperhatikan adalah:
Untuk pria:
-
Tidak memakai pakaian berjahit
-
Menutup aurat bagian bawah tubuh
Untuk wanita:
-
Menutup aurat dengan sopan
-
Tidak transparan
-
Tidak ketat
Jika Tidak Punya Ihram Putih
Kain ihram warna:
-
Abu-abu
-
Cokelat
-
Krem
-
Hitam
-
Biru tua
…semuanya boleh dipakai. Ibadah tetap berjalan, ihram tetap sah, tidak ada yang dibatalkan.
Keutamaannya mungkin berbeda, tetapi nilai ibadah tetap diterima insyaAllah.
Bagaimana dengan Pakaian Tawaf Wanita? Haruskah Putih?
Jawaban ringkasnya: tidak harus.
Wanita tidak memiliki kewajiban khusus soal warna pakaian ihram atau tawaf. Yang penting:
-
Longgar
-
Menutup aurat
-
Tidak mencolok
-
Tidak menyerupai laki-laki
-
Nyaman untuk bergerak
Warna hitam, biru navy, hijau gelap, cokelat, dan warna gelap lainnya yang umum dipakai jamaah wanita—semuanya diperbolehkan.
Mengapa Warna Lembut Tetap Direkomendasikan?
Karena terasa lebih bersih dan tenang, serta sesuai suasana Tanah Suci. Tapi dari sisi hukum, tidak ada larangan memakai warna lain.
Hikmah Warna Putih dalam Ihram
1. Simbol Kesucian dan Kesederhanaan
Warna putih mengingatkan kita bahwa di hadapan Allah, semua jamaah setara—tanpa perbedaan status, jabatan, atau harta.
2. Memudahkan Petugas Lapangan
Dalam rombongan Najah Amanah Tour, tim muthawwif kami sering memudahkan pengawasan jamaah yang memakai warna putih karena tampak lebih jelas di tengah keramaian.
Ini bukan syarat syariah, tetapi manfaat praktis yang besar.
Kesimpulan: Ihram Berwarna Selain Putih Tetap Sah
Yang perlu dipahami jamaah:
✔ Warna putih adalah sunnah, bukan kewajiban
✔ Ihram warna apa pun tetap sah
✔ Wanita lebih fleksibel dalam memilih warna pakaian
✔ Yang utama adalah adab, kesopanan, dan kenyamanan ketika beribadah
Saat berangkat bersama Najah Amanah Tour, tim muthawwif akan selalu mengarahkan jamaah mengenai pakaian yang tepat, nyaman, dan sesuai tuntunan syariat—baik untuk ihram maupun saat tawaf dan sa’i.
Semoga apa pun warna pakaian ihram kita, niat suci yang kita bawa menjadi jalan menuju ampunan Allah dan keberkahan perjalanan umrah. Aamiin.




