Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut timur Ka’bah. Jamaah umrah maupun haji sangat mendambakan untuk bisa menciumnya atau sekadar menyentuhnya. Namun, di balik itu, ada banyak fakta menarik tentang Hajar Aswad yang jarang diketahui.
1. Bukan Batu Biasa
Hajar Aswad dipercaya berasal dari surga. Saat pertama kali diturunkan, warnanya putih berkilau, namun seiring waktu berubah menjadi hitam karena dosa manusia.
2. Dipegang oleh Malaikat Jibril
Menurut riwayat, Malaikat Jibril yang membawa batu ini kepada Nabi Ibrahim dan Ismail ketika membangun Ka’bah.
3. Pernah Pecah Menjadi Beberapa Bagian
Akibat peristiwa sejarah, termasuk serangan Qarmathians pada abad ke-10, Hajar Aswad pernah pecah menjadi beberapa bagian. Kini, batu tersebut tersusun dalam bingkai perak.
4. Ditempatkan di Sudut Ka’bah oleh Nabi Muhammad ﷺ
Sebelum beliau diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad ﷺ dipercaya masyarakat Quraisy untuk meletakkan kembali Hajar Aswad saat renovasi Ka’bah, menyelesaikan perselisihan di antara kabilah.
5. Tidak Harus Dicium Saat Tawaf
Mencium Hajar Aswad adalah sunnah, bukan kewajiban. Jika tidak memungkinkan, jamaah cukup melambaikan tangan ke arah batu sambil membaca “Bismillahi Allahu Akbar”.
6. Diselimuti dengan Minyak Wangi
Petugas Masjidil Haram secara rutin membersihkan dan mengharumi Hajar Aswad dengan minyak wangi khusus, sehingga tetap terjaga kesuciannya.
7. Menjadi Saksi di Hari Kiamat
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi orang-orang yang pernah menyentuh atau menciumnya dengan ikhlas.
Kesimpulan
Hajar Aswad bukan hanya sekadar batu, melainkan simbol persatuan, keimanan, dan sejarah panjang umat Islam. Bagi jamaah umrah, momen berada di dekat Hajar Aswad adalah pengalaman spiritual yang sangat berharga.
Bersama Najah Amanah Tour – Solusinya Umrah Sukses, Anda akan dibimbing untuk memahami makna setiap sunnah dalam ibadah, termasuk saat berada di depan Hajar Aswad.




