Sobat Najah, keinginan untuk kembali dan kembali lagi ke Tanah Suci adalah harapan yang hidup di hati banyak muslim. Tidak sedikit dari kita yang berdoa agar Allah SWT memudahkan langkah untuk berziarah ke Baitullah dan ke makam Rasulullah ﷺ, bukan hanya sekali, tetapi berulang kali sepanjang hidup.
Dalam Islam, selain ikhtiar dan persiapan, doa memiliki peran yang sangat penting. Ada sebuah doa yang sering diamalkan dan diajarkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar diberi rezeki dan kesempatan untuk berangkat umrah dan haji.
Doa yang Diamalkan untuk Berangkat Umrah dan Haji
Berikut doa yang dianjurkan untuk dihafalkan dan diamalkan:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا زِيَارَةَ بَيْتِكَ الْمُعَظَّمِ وَرَسُوْلِكَ الْمُكَرَّمِ فِي هَذَا الْعَامِ وَفِي كُلِّ عَامٍ بِأَحْسَنِ الْحَالِ
Artinya:
“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami rezeki untuk berziarah ke Bait-Mu yang mulia dan ke (makam) Rasul-Mu yang dimuliakan, pada tahun ini dan pada setiap tahun, dalam keadaan yang sebaik-baiknya.”
Doa ini menjadi ungkapan harap yang sangat indah: bukan hanya meminta bisa berangkat, tetapi juga memohon agar diberikan kondisi terbaik, baik secara kesehatan, rezeki, waktu, maupun kesiapan hati.
Makna Mendalam di Balik Doa Ini
Doa ini mengajarkan kita beberapa hal penting:
1. Menggantungkan Harapan Hanya kepada Allah
Berangkat umrah dan haji bukan semata soal biaya atau jadwal, tetapi tentang izin dan kehendak Allah SWT. Doa ini menanamkan keyakinan bahwa Allah-lah yang mengundang hamba-Nya ke Tanah Suci.
2. Meminta Kebaikan yang Menyeluruh
Kalimat “bi ahsanil haal” (dalam keadaan terbaik) menunjukkan bahwa yang kita harapkan bukan sekadar berangkat, tetapi:
-
tubuh yang sehat,
-
hati yang siap,
-
ibadah yang khusyuk,
-
serta perjalanan yang aman dan penuh berkah.
3. Harapan untuk Bisa Kembali Lagi
Doa ini juga memuat permohonan agar bisa berziarah setiap tahun, jika Allah menghendaki. Ini mencerminkan kerinduan seorang hamba kepada Baitullah dan Rasulullah ﷺ.
Kapan Doa Ini Baik Diamalkan?
Doa ini dapat diamalkan kapan saja, terutama:
-
setelah shalat fardhu,
-
di waktu-waktu mustajab (sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah),
-
saat melihat Ka’bah (bagi yang sedang umrah/haji),
-
atau ketika sedang merencanakan keberangkatan ke Tanah Suci.
Yang terpenting adalah mengamalkannya dengan hati yang penuh harap dan keyakinan.
Doa Harus Disertai Ikhtiar
Sobat Najah, doa yang baik akan semakin kuat jika disertai ikhtiar yang nyata. Ikhtiar itu bisa berupa:
-
meluruskan niat,
-
menabung dan merencanakan keberangkatan,
-
memperbaiki ibadah dan akhlak,
-
serta mencari pendamping perjalanan yang amanah.
Najah Amanah Tour hadir sebagai bagian dari ikhtiar tersebut, mendampingi jamaah agar perjalanan ibadah dapat direncanakan dengan tenang dan sesuai tuntunan.
Penutup
Kerinduan kepada Baitullah dan Rasulullah ﷺ adalah anugerah dari Allah. Jangan biarkan kerinduan itu hanya tinggal di hati. Iringi dengan doa, keyakinan, dan langkah nyata.
Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita, memudahkan rezeki dan waktu, serta mengundang kita menjadi tamu-Nya—pada tahun ini dan pada tahun-tahun berikutnya—dalam keadaan yang terbaik.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin 🤍🕋





