Larangan Ihram Umrah yang Perlu Dipahami Jamaah Sebelum Berangkat

Menjalankan ibadah umrah bukan hanya tentang mempersiapkan tiket, koper, dan perlengkapan perjalanan. Ada satu fase penting yang harus dipahami setiap jamaah, yaitu ihram.

Ketika seseorang telah memasuki keadaan ihram, terdapat beberapa ketentuan yang harus dijaga. Hal-hal yang sebelumnya diperbolehkan dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi larangan ketika seseorang sedang berihram.

Karena itu, memahami larangan ihram umrah sejak sebelum berangkat menjadi bekal penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan.

Apa yang Dimaksud dengan Larangan Ihram?

Ihram bukan sekadar pakaian putih yang dikenakan jamaah laki-laki. Ihram merupakan keadaan khusus dalam ibadah haji atau umrah setelah seseorang berniat memasuki nusuk dan mulai terikat dengan ketentuan-ketentuan syariat.

Di dalam kondisi tersebut terdapat sejumlah larangan yang harus diperhatikan, baik yang berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, serta beberapa larangan khusus sesuai kondisi masing-masing.

Memahaminya sejak di Indonesia akan membantu jamaah lebih siap ketika sudah berada di Tanah Suci.


1. Memotong Rambut dan Kuku

Salah satu larangan ihram yang berlaku bagi laki-laki dan perempuan adalah memotong rambut atau kuku setelah memasuki keadaan ihram.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 196 tentang penyempurnaan haji dan umrah. Ketentuan mengenai tidak mengambil rambut dan kuku juga dijelaskan dalam hadis Nabi ﷺ.

Artinya, jamaah sebaiknya memastikan kebutuhan seperti memotong kuku atau merapikan rambut sudah dilakukan sebelum memasuki ihram.

Hal sederhana seperti ini penting diperhatikan agar jamaah tidak melakukannya tanpa sengaja ketika sedang fokus menjalankan rangkaian ibadah.

2. Menggunakan Wewangian Setelah Ihram

Setelah memasuki ihram, jamaah juga perlu berhati-hati dengan penggunaan parfum atau wewangian pada tubuh maupun pakaian.

Rasulullah ﷺ melarang orang yang sedang berihram menggunakan pakaian yang diberi wewangian tertentu.

Karena itu, jamaah sebaiknya memperhatikan produk yang digunakan selama perjalanan, termasuk sabun, sampo, lotion, minyak rambut, atau produk perawatan lainnya.

Bukan berarti jamaah tidak boleh menjaga kebersihan. Mandi tetap diperbolehkan. Yang perlu diperhatikan adalah kandungan atau penggunaan produk yang memiliki unsur pewangi yang termasuk dalam larangan ihram.

3. Berburu Hewan Darat

Berburu hewan darat juga termasuk perkara yang dilarang ketika seseorang sedang dalam keadaan ihram.

Larangan ini merupakan bagian dari ketentuan yang harus dijaga selama berada dalam kondisi nusuk. Karena itu, jamaah hendaknya tidak melakukan aktivitas berburu atau tindakan yang berkaitan dengan perburuan hewan darat selama ihram.

4. Melakukan Akad Nikah atau Melamar

Dalam keadaan ihram, jamaah juga dilarang melakukan akad pernikahan, menikahkan orang lain, maupun melakukan proses lamaran.

Larangan ini didasarkan antara lain pada hadis Nabi ﷺ:

“Orang yang berihram tidak boleh menikah dan tidak boleh menikahkan.” (HR. Muslim)

Maka, fokus jamaah selama ihram hendaknya diarahkan pada rangkaian ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Larangan Ihram Khusus Laki-Laki

Selain larangan yang berlaku secara umum, terdapat ketentuan khusus bagi jamaah laki-laki.

5. Memakai Pakaian yang Membentuk Tubuh

Jamaah laki-laki yang sedang berihram tidak diperbolehkan mengenakan pakaian biasa yang dibuat mengikuti bentuk anggota tubuh, seperti kaos, celana, atau pakaian sejenis.

Inilah salah satu alasan mengapa pakaian ihram laki-laki memiliki bentuk yang berbeda dari pakaian sehari-hari.

Namun, perlu dipahami bahwa istilah “pakaian berjahit” dalam pembahasan fiqih tidak sekadar berarti pakaian yang memiliki jahitan. Yang menjadi perhatian adalah pakaian yang dibuat atau dikenakan mengikuti bentuk tubuh.

Karena itu, jamaah sebaiknya mengikuti arahan pembimbing atau ustaz mengenai pakaian yang diperbolehkan selama ihram.

6. Menutup Kepala

Jamaah laki-laki yang sedang ihram juga dilarang menutup kepala dengan penutup kepala yang dikenakan secara langsung.

Ketentuan ini berbeda dengan perempuan yang tetap menggunakan pakaian syar’i untuk menutup tubuhnya.

Karena itu, jamaah laki-laki perlu memperhatikan kebiasaan sehari-hari seperti menggunakan topi ketika berada di luar ruangan.

Jika membutuhkan perlindungan dari panas, jamaah dapat menggunakan payung sebagai salah satu bentuk perlindungan yang diperbolehkan.


Larangan Ihram Khusus Perempuan

7. Memakai Niqab yang Menutup Wajah

Perempuan yang sedang dalam keadaan ihram tetap mengenakan pakaian syar’i untuk menutup aurat. Namun, terdapat ketentuan khusus terkait penutup wajah.

Dalam hadis disebutkan:

“Perempuan yang sedang berihram tidak memakai niqab dan tidak memakai sarung tangan.” (HR. Bukhari)

Karena itu, muslimah perlu memahami aturan ini sebelum berangkat agar tidak bingung ketika sudah berada di Tanah Suci.

Namun, pembahasan mengenai menutup wajah saat ihram memiliki rincian fiqih. Dalam kondisi tertentu, para ulama membolehkan perempuan mengulurkan kain dari atas kepala dengan posisi kain tidak menempel langsung pada wajah.

Untuk praktiknya, jamaah perempuan sebaiknya mengikuti bimbingan ustaz atau pembimbing ibadah yang dipercaya.

8. Menggunakan Sarung Tangan

Selain niqab, perempuan yang sedang berihram juga dilarang menggunakan sarung tangan sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas.

Sebelum berangkat, sebaiknya perlengkapan pribadi sudah disesuaikan dengan kebutuhan selama ihram sehingga jamaah tidak perlu bingung ketika berada di Tanah Suci.


Bagaimana Jika Tidak Sengaja Melanggar Larangan Ihram?

Ini merupakan salah satu hal yang sering membuat calon jamaah khawatir.

Jika seseorang melakukan pelanggaran karena lupa, tidak mengetahui ketentuannya, atau terjadi secara tidak sengaja, jangan langsung panik.

Ketentuan konsekuensi pelanggaran ihram berbeda-beda sesuai jenis pelanggaran, kondisi, serta pendapat ulama yang diikuti. Karena itu, tidak tepat jika semua pelanggaran langsung dianggap memiliki konsekuensi yang sama.

Sumber yang kita jadikan rujukan juga menjelaskan bahwa pelanggaran tertentu memiliki ketentuan fidyah atau dam sesuai jenisnya.

Jika jamaah menyadari telah melakukan sesuatu yang dilarang, langkah terbaik adalah segera bertanya kepada pembimbing atau ustaz yang mendampingi perjalanan.

Jangan mengambil keputusan sendiri hanya berdasarkan perkiraan.


Tidak Semua Aktivitas Menjadi Larangan Saat Ihram

Memahami larangan ihram bukan berarti jamaah harus takut melakukan berbagai aktivitas.

Syariat tetap memberikan kemudahan.

Jamaah masih diperbolehkan mandi, menjaga kebersihan, menggunakan sabun yang tidak mengandung parfum, menggunakan payung, serta melakukan beberapa aktivitas lain yang tidak termasuk larangan ihram.

Jadi, kuncinya bukan menghindari segala sesuatu, tetapi mengetahui mana yang dilarang dan mana yang diperbolehkan.


Bekali Diri dengan Ilmu Sebelum Berangkat Umrah

Perjalanan menuju Baitullah akan terasa jauh lebih tenang ketika jamaah sudah mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.

Larangan ihram bukan sekadar kumpulan aturan. Di baliknya terdapat pendidikan untuk melatih kedisiplinan, kesabaran, kesederhanaan, dan kesungguhan dalam beribadah.

Karena itu, jangan menunggu sampai tiba di Tanah Suci untuk mempelajarinya.

Persiapkan ilmu sejak di Indonesia, tanyakan hal-hal yang masih diragukan, dan manfaatkan sesi manasik untuk memahami praktik ihram secara langsung.

Kesimpulan

Beberapa larangan ihram yang perlu diketahui antara lain memotong rambut dan kuku, menggunakan wewangian, berburu hewan darat, melakukan akad nikah atau lamaran, serta beberapa ketentuan khusus bagi laki-laki dan perempuan.

Bagi laki-laki, perhatian khusus perlu diberikan pada pakaian yang dikenakan dan penutup kepala. Sementara bagi perempuan, terdapat ketentuan terkait niqab dan sarung tangan.

Dengan memahami ketentuan tersebut sebelum keberangkatan, insyaAllah jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan percaya diri.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada setiap jamaah yang sedang mempersiapkan langkah menuju Baitullah dan menerima seluruh amal ibadahnya. Aamiin.


🤲 Persiapkan Umrah Bersama Najah Amanah Tour

Persiapan umrah bukan hanya tentang memilih paket perjalanan. Ilmu, bimbingan, kenyamanan, dan pelayanan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah.

Najah Amanah Tour berkomitmen menghadirkan perjalanan umrah yang amanah, profesional, dan mengutamakan kenyamanan jamaah.

Najah Amanah Tour — Solusinya Umrah Sukses.