Saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, sebagian besar jamaah tentu sangat mengenal Hajar Aswad sebagai titik awal dan akhir setiap putaran. Namun, ada satu sudut Ka’bah lainnya yang juga memiliki keistimewaan dalam tuntunan Rasulullah ﷺ, yaitu Rukun Yamani.
Bagi jamaah yang baru pertama kali melaksanakan Umrah, mungkin masih banyak yang belum mengetahui di mana letak Rukun Yamani, apa yang dilakukan ketika melewatinya, serta doa apa yang dianjurkan untuk dibaca setelah melewati sudut tersebut.
Memahami hal-hal sederhana seperti ini penting agar ibadah tawaf dapat dilakukan dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan.
Apa Itu Rukun Yamani?
Rukun Yamani merupakan salah satu dari empat sudut Ka’bah.
Keempat sudut Ka’bah tersebut adalah:
- Rukun Hajar Aswad
- Rukun Yamani
- Rukun Iraqi
- Rukun Syami
Rukun Yamani disebut demikian karena sudut Ka’bah tersebut mengarah ke wilayah Yaman. Dalam posisi Ka’bah saat ini, Rukun Yamani berada di sisi barat daya dan menjadi salah satu bagian yang akan dilewati jamaah dalam rangkaian tawaf.
Jika jamaah sedang melakukan tawaf, Rukun Yamani berada sebelum Hajar Aswad pada arah perjalanan tawaf.
Mengapa Rukun Yamani Istimewa?
Keistimewaan Rukun Yamani bukan sekadar karena ia merupakan bagian dari Ka’bah. Ada tuntunan khusus dari Rasulullah ﷺ terkait Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak menyentuh bagian Ka’bah kecuali Hajar Aswad dan Rukun Yamani. Riwayat tersebut disebutkan dalam HR. Tirmidzi.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan tawaf, terdapat perlakuan khusus terhadap dua sudut tersebut.
Bahkan terdapat riwayat mengenai keutamaan mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad yang menyebutkan bahwa keduanya menjadi sebab gugurnya dosa. Sumber artikel merujuk riwayat tersebut dalam Musnad Ahmad dan menukil penilaian hasan dari Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.
Namun, penting dipahami bahwa keutamaan tersebut bukan berarti Rukun Yamani memiliki kekuatan tersendiri. Seorang Muslim menyentuhnya karena mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.
Di Mana Letak Rukun Yamani?
Agar lebih mudah membayangkannya, jamaah dapat memperhatikan urutan sudut Ka’bah ketika melakukan tawaf.
Setelah melewati Hajar Aswad, jamaah bergerak mengelilingi Ka’bah hingga melewati:
Hajar Aswad → Rukun Iraqi → Rukun Syami → Rukun Yamani → Hajar Aswad
Jadi, Rukun Yamani berada tidak jauh sebelum Hajar Aswad dalam setiap putaran tawaf.
Karena posisinya tersebut, jamaah biasanya akan melanjutkan dengan membaca doa yang dianjurkan ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Apa yang Dilakukan Saat Melewati Rukun Yamani?
Jika kondisi memungkinkan dan tidak menyebabkan jamaah harus berdesak-desakan, disunnahkan mengusap Rukun Yamani dengan tangan.
Namun, kondisi di sekitar Ka’bah terkadang sangat padat.
Jika Rukun Yamani tidak dapat disentuh dengan mudah, jamaah tidak perlu memaksakan diri. Jangan sampai demi mendapatkan keutamaan sebuah amalan sunnah, jamaah justru mendorong, menyakiti, atau mengganggu orang lain.
Ada satu hal yang juga perlu diperhatikan:
Rukun Yamani Tidak Dicium
Berbeda dengan Hajar Aswad, Rukun Yamani tidak dicium.
Selain itu, menurut penjelasan sumber, ketika tidak dapat menyentuh Rukun Yamani karena kondisi yang padat, jamaah tidak perlu menunjuknya dari kejauhan seperti isyarat kepada Hajar Aswad. Cukup lanjutkan tawaf dengan tenang.
Dengan kata lain:
Bisa menyentuh tanpa berdesakan → silakan mengusap.
Tidak memungkinkan → lanjutkan tawaf dengan tenang.
Keselamatan, ketertiban, dan tidak menyakiti jamaah lain tetap harus diperhatikan.
Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Salah satu hal penting yang perlu diketahui jamaah adalah doa yang dianjurkan ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Doanya adalah:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Artinya:
“Ya Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
Doa ini dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, bukan hanya ketika berdiri tepat di depan Rukun Yamani.
Doa tersebut sangat singkat, tetapi memiliki makna yang begitu luas.
Kita memohon kebaikan dunia, kebaikan akhirat, sekaligus perlindungan dari api neraka.
Jangan Hanya Meminta Kebaikan Dunia
Ketika berada di Tanah Suci, mungkin ada begitu banyak hal yang ingin kita doakan.
Memohon kesehatan, rezeki, keluarga yang bahagia, kelancaran pekerjaan, kesuksesan anak, dan berbagai kebutuhan lainnya tentu merupakan hal yang baik.
Namun, doa “Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah…” mengingatkan kita untuk tidak berhenti pada kehidupan dunia.
Kebaikan dunia hendaknya menjadi jalan menuju kebaikan akhirat.
Sebab perjalanan menuju Baitullah bukan hanya perjalanan fisik. Ia juga menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbanyak doa, memperbarui niat, dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
Rukun Yamani Mengajarkan Pentingnya Mengikuti Sunnah
Ada pelajaran penting yang dapat kita ambil dari Rukun Yamani.
Ketika seorang jamaah mengusap Rukun Yamani, bukan berarti ia meyakini bahwa bangunan tersebut dapat memberikan manfaat atau menolak bahaya dengan sendirinya.
Amalan tersebut dilakukan karena Rasulullah ﷺ memberikan contoh demikian.
Inilah salah satu prinsip penting dalam ibadah.
Kita tidak hanya beribadah berdasarkan apa yang menurut kita baik, tetapi berusaha mengikuti tuntunan yang telah dicontohkan Rasulullah ﷺ.
Karena itu, semakin banyak ilmu yang dipelajari sebelum berangkat Umrah, insyaAllah semakin mudah bagi jamaah untuk menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan tenang dan penuh keyakinan.
Jangan Memaksakan Diri Saat Tawaf
Kondisi Masjidil Haram, terutama area sekitar Ka’bah, bisa sangat ramai.
Karena itu, jangan menjadikan keinginan menyentuh Rukun Yamani sebagai alasan untuk memaksakan diri menerobos kerumunan.
Jika memungkinkan, lakukan dengan tenang.
Jika tidak memungkinkan, cukup lanjutkan tawaf.
Jangan sampai mengejar amalan sunnah justru menyebabkan jamaah lain terdorong, tersakiti, atau terganggu. Prinsip menjaga adab dan tidak menyakiti sesama jamaah tetap harus menjadi perhatian.
Kesimpulan
Rukun Yamani merupakan salah satu dari empat sudut Ka’bah yang memiliki keistimewaan dalam rangkaian tawaf.
Bersama Hajar Aswad, Rukun Yamani merupakan dua sudut Ka’bah yang secara khusus disentuh oleh Rasulullah ﷺ.
Ketika melewatinya, jamaah disunnahkan mengusap Rukun Yamani jika memungkinkan tanpa berdesak-desakan. Rukun Yamani tidak dicium dan tidak perlu ditunjuk dari kejauhan apabila tidak dapat disentuh.
Kemudian, ketika berjalan dari Rukun Yamani menuju Hajar Aswad, jamaah dianjurkan membaca:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Semoga dengan memahami sunnah-sunnah dalam tawaf, perjalanan ibadah kita menjadi lebih berilmu, tertib, dan penuh ketenangan.
Najah Amanah Tour siap mendampingi perjalanan Anda menuju Baitullah dengan pelayanan yang amanah dan profesional.
🕋 Belajar ilmunya, sempurnakan ibadahnya, dan persiapkan perjalanan menuju Baitullah dengan sebaik-baiknya.
Najah Amanah Tour — Solusinya Umrah Sukses.
Wallahu a’lam bish-shawab.




