Mengulas Tentang Mimbar Rasulullah : Saksi Dakwah dan Sejarah di Masjid Nabawi

Mimbar Rasulullah ﷺ di Masjid Nabawi Madinah

Masjid Nabawi di Madinah bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi sejarah perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ. Salah satu bagian masjid yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi adalah Mimbar Rasulullah ﷺ. Mimbar ini bukan sekadar tempat berdiri untuk berkhutbah, tetapi simbol kepemimpinan, ilmu, dan kasih sayang Nabi kepada umatnya.

Bagi jamaah umrah dan haji, mengetahui kisah mimbar Rasulullah ﷺ akan menambah rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad ﷺ saat berziarah ke Masjid Nabawi.


Sejarah Mimbar Rasulullah ﷺ

Pada awalnya, Rasulullah ﷺ menyampaikan khutbah dengan bersandar pada batang kurma di dalam Masjid Nabawi. Seiring bertambahnya jumlah jamaah, para sahabat mengusulkan agar dibuatkan mimbar supaya Rasulullah ﷺ bisa terlihat dan terdengar lebih jelas.

Akhirnya dibuatlah mimbar sederhana dari kayu, dengan beberapa anak tangga. Sejak saat itu, Rasulullah ﷺ menggunakan mimbar tersebut untuk:

  • menyampaikan khutbah Jumat,

  • memberikan nasihat,

  • mengajarkan ilmu,

  • dan memimpin umat dengan penuh kelembutan.


Tangisan Batang Kurma: Kisah yang Menggetarkan Hati

Salah satu kisah paling masyhur terkait mimbar Rasulullah ﷺ adalah tangisnya batang kurma yang sebelumnya menjadi tempat Rasulullah ﷺ bersandar.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ berpindah ke mimbar baru, batang kurma tersebut mengeluarkan suara tangisan seperti anak kecil. Rasulullah ﷺ kemudian turun dan memeluk batang kurma itu hingga ia tenang.

Kisah ini menjadi bukti kecintaan makhluk Allah kepada Rasul-Nya, sekaligus pengingat bagi umat tentang betapa mulianya Nabi Muhammad ﷺ.


Letak Mimbar Rasulullah ﷺ Saat Ini

Saat ini, mimbar Rasulullah ﷺ berada di dalam Masjid Nabawi, tidak jauh dari:

  • Raudhah,

  • dan makam Rasulullah ﷺ.

Mimbar yang ada sekarang telah mengalami beberapa kali pemugaran oleh para khalifah dan pemerintah Arab Saudi, namun tetap mempertahankan posisi dan nilai historisnya. Jamaah biasanya dapat melihat mimbar ini dari kejauhan saat berada di area shalat.


Makna dan Keutamaan Mimbar Rasulullah ﷺ

Mimbar Rasulullah ﷺ memiliki makna yang sangat dalam, di antaranya:

  • simbol penyampaian risalah Islam,

  • tempat lahirnya nasihat dan petunjuk umat,

  • saksi penyebaran ajaran Islam dengan penuh hikmah.

Setiap khutbah dan nasihat yang disampaikan dari mimbar tersebut menjadi bagian dari sejarah Islam yang terus hidup hingga hari ini.


Pelajaran Spiritual bagi Jamaah

Bagi jamaah yang berkesempatan shalat di Masjid Nabawi, mengingat mimbar Rasulullah ﷺ seharusnya menumbuhkan:

  • rasa rindu kepada Nabi Muhammad ﷺ,

  • semangat untuk meneladani akhlaknya,

  • dan dorongan untuk memperbaiki diri.

Mimbar itu mengingatkan bahwa Islam disampaikan dengan kelembutan, kesabaran, dan keteladanan, bukan dengan paksaan.


Pendampingan Ziarah Bersama Najah Amanah Tour

Najah Amanah Tour selalu berupaya memberikan edukasi sejarah dan makna tempat-tempat penting di Madinah, termasuk Mimbar Rasulullah ﷺ. Dengan pendampingan muthawwif yang berpengalaman, jamaah tidak hanya berziarah, tetapi juga memahami nilai dan hikmah dari setiap tempat yang dikunjungi.


Penutup

Mimbar Rasulullah ﷺ bukan sekadar bagian dari bangunan Masjid Nabawi, melainkan jejak dakwah Nabi yang sarat dengan pelajaran dan keteladanan. Mengenalnya membantu kita lebih mencintai Rasulullah ﷺ dan menghidupkan kembali semangat sunnah dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah SWT mengaruniakan kita kesempatan untuk berziarah ke Masjid Nabawi, berdiri di dekat mimbar Rasulullah ﷺ, dan meneladani ajaran beliau dengan sebaik-baiknya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.